Senin, 06 Agustus 2012

YESUS TELADAN DALAM KEBENARAN

Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri- Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa! Filipi 2 : 5 - 11
Dalam kitab Ibrani dikatakan, bahwa dalam hidupNya sebagai manusia, Yesus sebagai Anak telah belajar taat melalui banyak hal penderitaan, yang dialamiNya. Apa artinya menjadi taat? Itu berarti kita harus mengosongkan diri sendiri dalam segala hal, dan memberikan kedaulatan kepada Tuhan untuk mengambil alih seluruh kehidupan kita. Kita harus belajar menyerahkan seluruh hak-hak kita dan memberikan hak bagi Tuhan untuk memerintah atas seluruh hidup kita dan memimpin kita. Kita menyerahkan kebenaran kita, dan membiarkan kebenaran Tuhan yang memimpin hidup kita, sehingga jalanNya menjadi jalan kita, pikiranNya menjadi pikiran kita, hikmatNya menjadi hikmat kita, perkataanNya menjadi perkataan kita, dan apapun yang menjadi milikNya akan menjadi milik kita. Untuk sampai kepada level ini, maka kita harus mengosongkan diri terlebih dahulu, menjadi hamba, dan taat sampai mati. Dengan cara ini, barulah Tuhan menjadi pemimpin melalui hidup kita. Paulus mengatakan, “bukan lagi aku yang hidup namun Kristus yang hidup di dalamku”. Inilah yang harus kita lakukan. Kita tidak boleh untuk terus membawa ketakutan di dalam hidup kita dan memperkirakan apa yang akan terjadi pada diri kita sendiri. Kita tidak boleh membawa pikiran yang negatif ke dalam hidup kita dan membawanya masuk ke dalam gereja. Kita tidak boleh membawa perkataan Tuhan sambil membawa juga pikiran-pikiran negatif kita. Itu salah ! Kita harus mengosongkan diri. Itu harus sampai pada titik akhirnya. Kita yang mengosongkan diri kita sendiri. “Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya” Apa artinya ini ? Artinya adalah dalam keadaan kita sebagai manusia, kita tidak membawa apa yang Tuhan tidak ingin kita bawa. Buang jauh-jauh rasa takut, frustasi, dan apapun itu juga. Kita harus mengosongkan diri agar Tuhan dapat mengisinya dengan kehidupanNya. Tuhan tidak berkeinginan menyempurnakan kemanusiaan kita, Ia berkehendak kita mematikan kedagingan kita. Kita mengosongkan diri agar Dia dapat mengisi hidup kita. Kita harus belajar untuk mampu menjadi pintu gerbang ketaatan. Bagaimana mengosongkan diri dari hak-hak kita, rasa takut kita, bahkan dari hal-hal yang baik sekalipun. Mengosongkan diri dari kekuatan kita, sehingga kita tidak bergantung lagi dengan kekuatan kita sendiri. Mengosongkan diri kita dari hikmat kita sendiri. Musa adalah contoh yang baik dalam mengosongkan kekuatan sendiri. Dia adalah orang yang berhikmat dan yang terbaik di Mesir. Tuhan harus menolong dia selama 40 tahun agar dia dapat mengosongkan dirinya dari semua hikmat manusia itu. Empat puluh tahun sebelumnya dia mau pergi dengan menunjukan kekuatannya sendiri atas orang Mesir dan orang Israel. Tapi 40 tahun kemudian dia berkata kepada Tuhan, ”saya tidak bisa pergi”. Dia mengatakan dengan berbagai alasan kepada Tuhan untuk tidak pergi ke Mesir. Jadi Tuhan harus memberikan kepada Musa kekuatanNya, mulutNya, tanganNya, dan harapanNya. Jadi, kita tidak bisa pergi dengan kekuatan sendiri tapi dengan kekuatan Tuhan Yang Maha Tinggi. Dia adalah Allah. Saat Dia memilih untuk menjadi manusia, maka Dia harus melepaskan itu semua. Dia mampu dengan gampang mengubahkan batu menjadi roti. Tapi setan tidak mampu mencobai Dia untuk Dia menunjukan kemampuanNya. Bukan lagi kehendakNya melainkan kehendak Bapa yang jadi dalam hidupNya. Dia juga mengatakan bahwa manusia tidak hanya hidup dari roti saja tapi dari setiap perkataan yang keluar dari mulut Tuhan. Karena itu Dia tidak perlu menunjukkan kepada setan bahwa Dia adalah Anak Tuhan yang dapat mengubah batu menjadi roti. Yang Dia tunjukkan adalah bahwa dengan memegang Firman, Dia dapat hidup. Kita juga tidak perlu membuktikan apapun tentang diri kita kepada setan, kita tidak perlu membuktikan apapun kepada daging. Hal yang perlu kita buktikan adalah bukti hidup kita di dalam iman, bukti percaya kita atas perkataan Tuhan. Pastikan kita tidak kehilangan dari setiap perkataan Tuhan. Jangan biarkan iblis mengambil perkataan dan pengertian kita akan Firman Tuhan dari hidup kita. Alkitab mengatakan bila pengertian akan perkataan Tuhan diambil dari kita maka benih Firman itu akan mati. Itu sebabnya, penting buat kita untuk menangkap perkataan Tuhan, membawa masuk Firman Tuhan ke dalam hidup kita, dan menyimpannya di dalam hati kita. Jika Firman datang kepada kita dan kita kehilangan pengertian, kehilangan pandangan ke depan, kehilangan pewahyuan, apa yang akan terjadi? Musuh akan mengambil semua benih itu. Bila benih itu diambil maka kita akan kehilangan panen. Artinya apa yang Tuhan siapkan untuk kita di masa depan, menjadi hilang. Dan kita tidak mempunyai masa depan lagi. Oleh karena itu, jangan hancurkan pengertian yang Tuhan berikan kepada kita dengan ketidak-taatan kita. Masa depan itu ada di dalam benih. Kalau kita memiliki benih, maka kita harus menanamnya, dan merawatnya. Maka musim demi musim yang berbeda yang datang dari Tuhan akan datang atas hidup kita. Hidup kita akan semakin digairahkan. Kita mengalami kematian di dalam Kristus, dan mengalami kebangkitan di dalam Kristus. Itu sebabnya saat Tuhan mulai berkata-kata, ambil perkataan itu dengan sungguh-sungguh. Belajar untuk mengosongkan diri. Buang jauh-jauh hak kita dan hiduplah dibawah peraturan pemerintahan surga. Dan lihat apa yang akan terjadi di dalam hidupmu. (PS. DRA. TETTY TIMOR LINDA)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Share it